25 September

Demam Berdarah Dengue Featured

Infeksi virus dengue tidak selalu menimbulkan gejala (asimtomatis). Manifestasi klinis dengue dengan gejala terbagi menjadi

Demam Dengue (DD) dengan atau tanpa pendarahan. Kondisi ini ditandai dengan demam akut selama 2-7 hari, disertai dua atau lebih gambaran klinis berupa nyeri kepala, nyeri di belakang bola mata, nyeri otot/sendi, bercak kemerahan dikulit, atau adanya perdarahan.

Selain itu pemeriksaan serologi dengue juga positif (lgM/lgG anti dengue atau NS1).

BDB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang menyerang anak-anak dan orang dewasa yang ditandai dengan demam.

Penyebab DBD ada 4 tipe (tipe 1, 2, 3 dan 4), termasuk dalam group B Artopod Borne Virus (Arbovirus). Dengue tipe-3 merupakan serotype virus yang dominan yang menyebabkan kasus yang berat. Penularan penyakit DBD umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Cara penularan virus dengue ini dengan cara virus dengue masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk selanjutnya beredar dalam sirkulasi darah selama periode sampai timbul gejala demam. Periode ini dimana virus beredar di dalam sirkulasi darah manusia disebut fase viremia. Apabila nyamuk  yang belum terinfeksi menghisap darah manusia dalam fase viremia maka virus akan masuk kedalam tubuh nyamuk dan berkembang selama periode 8-10 hari sebelum virus siap di transmisikan kepada manusia lain. Siklus penularan virus dengue dari manusia – nyamuk – manusia dan seterusnya.

Berdasarkan beratnya penyakit, DBD dibagi menjadi 4 derajat:

Derajat I

Demam disertai dengan gejala konstitusional non-spesifik, satu-satunya manifestasi perdarahan adalah tes torniket positif dan muntah memar.

Derajat II

Perdarahan spontan selain  manifestasi pasien pada Derajat I biasanya pada bentuk perdarahan kulit atau perdarahan lain

Derajat III

Gagal sirkulasi dimanifestasikan dengan nadi cepat dan lemah serta penyempitan tekanan nadi atau hipotensi, dengan adanya kulit dingin dan lembab serta gelisah

Derajat IV

Syok hebat dengan tekanan darah atau nadi tak terdeteksi

 

Diagnosis DBD menurut WHO 1997 berdasarkan kriteria :

  1. Demam atau riwayat demam akut antara 2-7 hari, biasanya bifasik.
  2. Terdapat minimal 1 dari manifestasi perdarahan berikut : uji bendung positif (=adanya minimal 20 buah bintik-bintik perdarahan di kulit lengan dalam diameter 2,5 cm2 setelah dilakukan pembendungan aliran darah selama 5 menit), perdarahan mukosa seperti gusi berdarah atau mimisan, perdarahan bawah kulit, perdarahan saluran cerna.
  3. Kadar trombosit < 100.000/uL.
  4. Terdapat minimal 1 tanda kebocoran plasma sbb :
  • Hematokrit meningkat > 20 % dari standard sesuai umur dan jenis kelamin
  • Hematokrit menurun > 20 % setelah mendapat terapi cairan dibandingkan dengan hematokrit sebelumnya.
  • Adanya tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura (cairan di pembungkus paru-paru), asites (cairan dalam rongga perut), kadar protein darah menurun.

Menurut Depkes RI (2008), Jenis tempat perkembang-biakan nyamuk Aedes aegypti dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • Tempat penampungan air (TPA) untuk keperluan sehari-hari, seperti: drum, tangki reservoir, tempayan, bak mandi atau wc, dan ember.
  • Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari seperti: tempat minum burung, vas bunga, perangkap semut dan barang-barang bekas (ban, kaleng, botol, plastik dan lain-lain).
  • Tempat penampungan air alamiah seperti: lobang pohon, lobang batu, pelepah daun, tempurung kelapa, pelepah pisang dan potongan bambu.

Cara pencegahan DBD yaitu dengan PSN BDB melalui 3M Plus.

  • Menguras tempat penampungan air sekurangnya seminggu sekali
  • Menutup rapat-rapat tempat penampungan air
  • Mengubur, mengumpulkan, memanfaatkan atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, plastik bekas, dll

Plus

  • Ganti air vas bunga, tempat minuman burung dantempat lainya seminggu sekali
  • Perbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar atau rusak
  • Tutup lubang pada potongan bambu, pohon, dan lainya misalnya dengan tanah
  • Menaburi racun pembasmi jentik (larvasidasi) khususnya bagi tempat penampungan air yang sulit dikuras atau daerah sulit air
  • Menebar ikan pemakan jentik seperti kepala timah, gepi, ditempat penampungan air yang ada disekitar rumah
  • Tidur memakai kelambu
  • Memakai obat nyamuk
  • Memasang kawat kasa pada lubang angin di rumah
  • Memberantas nyamuk dewasa, dengan cara Fogging/ pengasapan apabila di jumpai penderita yang dirawat atau meninggal
  • Mengubah perilaku hidup sehat terutama kesehatan lingkungan.
  • Tabur serbuk abate pada bak mandi dan tempat penampungan air lainya,

 

Pengobatan yang spesifikDBD belum ada. Dasar pengobatan penderita penyakit DBD simptomatisadalah penggantian cairan tubuh yang hilang karena kebocoran plasma ( Depkes RI, 2005). Pada tubuh orang yang terkena DBD, darah mengalami kehilangan plasma. Plasma merembes  keluar pembuluh plasma. Pada tingkat kekentalan tertentu sirkulasi terganggu. Infus cairan mencegah terjadinya kegagalan sirkulasi, sehingga syokyang dapat dicegah

 

Read 1091 times Last modified on Monday, 28 September 2015 14:06
Rate this item
(0 votes)

Berita Terbaru

Kontak Kami

RS ANNISA

JL. CIKARANG BARU NO.31 CIKARANG UTARA BEKASI 17836, JAWA BARAT

Phone: (+62)21 - 890 4165 / 890 4503

Fax: (+62)21 890 3350

HOTLINE AMBULANCE: 0815 9749 121

SMS: 0811 183 355 

Email:

info@rsannisa-cikarang.com

marketingrsannisa@gmail.com