15 July

Gastroentritis Featured

gastroenteritis  adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya muntah dan diare yang diakibatkan oleh infeksi, alergi, tidak toleran terhadap makanan tertentu atau mencerna toksin.

gastroenteritis  adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya muntah dan diare yang diakibatkan oleh infeksi, alergi, tidak toleran terhadap makanan tertentu atau mencerna toksin.

Gastroenteritis adalah inflamasi membrane mukosa lambung dan usu halus yang ditandai dengan muntah-muntah dan diare yang berakibat kehilangan cairan dan elektrolit yang menimbulkan dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit

Factor penyebab gastroenteritis

  1. Factor infeksi
  2. Infeksi internal: infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak, yaitu merupakan infeksi dari bakteri, virus dan infeksi parasit.
  3. Infeksi parental: infeksi diluar alat pencernaan seperti OMA, tongsilitas, bronkopneumoni, ensefalitis, dll
  4. Factor mal absorbs
  5. Malabsorbsi karbohidrat
  6. Mal absorbs lemak
  7. Mal absorbs protein
  8. Factor makanan, makanan basi, makanan beracun
  9. Factor psikologis, rasa takut dan cemas

Gastroenteritis bisa disebabkan oleh 4 hal, yaitu factor infeksi (bakteri, virus, parasit), factor mal absorbsi dan factor makanan dan factor fisiologis.

Diare karena infeksi seperti bakteri, berawal dari makanan/minuman yang masuk kedalam tubuh manusia. Bakteri tertelan masuk sampai lambung. Yang kemudian bakteri dibunuh oleh asam lambung. Namun jumlah bakteri terlalu banyak maka ada beberapa yang lolos sampai ke duodenum dan berkembang biak.

Manifestasi klinis gastroenteritis adalah mula-mula pasien cengeng, gelisah, suhu tubuh biasanya meningkat. Nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbuk diare. Tinja cair dan mungkin disertai lender dan atau darah.

Berdasarkan banyaknya cairan tubuh yang hilang dapat dibagi menjadi:

  1. Dehidrasi ringan : kehilangan cairan kurang dari 5% berat badan
  2. Dehidras sedang: kehilangan cairan antara 5-9% berat badan
  3. Dehidrasi berat: kehilangan cairan lebih dari 10% berat badan

Penatalaksanaan medis:

  1. Pemberian cairan

Cara pemberian cairan dalam terapi dehidrasi:

  1. Belum ada dehidrasi

Peroral selanjutnya anak mau minum atau satu gelas tiap defikasi

  1. Dehidrasi sedang

1 jam pertama: 50-100 ml/kg BB peroral/intra gastric (sonde) selanjutnya: 125 ml/kg BB/hari ada albumin

  1. Dehidrasi berat

Satu jam pertama: 4-10 tetes/kg BB/menit (set infuse berukuran 1 ml=15 tetes)

  1. Pengobatan diatetic

Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan BB kurang dari 7kg jenis makanan:

  1. Susu (ASI atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan lemak tidak jenuh, (misalnya LLM, Alimiron atau sejenisnya)
  2. Makanan setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim) bila anak tidak mau minum susu
  3. Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan misalnya susu tanpa laktosa susu asam lemak yang berantai sedang atau jenuh

Komplikasi

Bila diare berlangsung terus, maka yang ditimbulkan:

  1. Dehidrasi, diakibatkan karena tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dengan tanda mukosa binir kering, turtgor kulit jelek, urine pekat, mata cekung
  2. Syok hipovolemik, merupakan akibat lanjutan bila kekurangan volume cairan yang terlampau berlebihan menyebabkan kehilangan cairan dan system vaskuler, darah jadi lebih kental dan tidak lancar yang dapat menimbulkan renjatan yang ditandai denyut nadi cepat, tekanan darah menurun, pasien gelisah, muka pucat, ekstrenitas dingin dan kadang sianoar
  3. Hipokalemia (hipotoni otot, lemah, bradikardia, distritmia jantung). Kehilangan cairan berlebihan menyebabkan tubuh juga kehilangan elektrolit seperti kalium yang berperan penting dalam kerja otot sekeleta dan jantung.
  4. Kejang, merupakan respon tubuh yang menandakan tubuh kekurangan oksigen terutama otak, hal ini diakibatkan asidosis metabolic sehingga alian darah tidak lancar, suplai darah diutamakan keorgan-organ tubuh yang vital
  5. Malnutrisi, disebabkan absorbsi zat gizi yang kurang adekuat menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi yang ditandai berat badan turun, konjungtiva anemis, badan lemas
  6. Asdosi metabolic, karena tubuh kehilangan bikarbonas, perbandingan bikarbonas dan asam karbonas berkurang, yang mengakibatkan Ph darah menurun (menjadikan lebih asam/asidosi).

 

Referensi

digilib.unimus.ac.id/files/disk1/3/jtptunimus-gdl-s1-2007-suhendrago-122-2-bab2.pdf

 

Read 749 times Last modified on Monday, 28 September 2015 10:48
Rate this item
(0 votes)

Media

Berita Terbaru

Kontak Kami

RS ANNISA

JL. CIKARANG BARU NO.31 CIKARANG UTARA BEKASI 17836, JAWA BARAT

Phone: +62 021 890 4165 / 890 4503

Fax: +62 021 890 3350

HOTLINE AMBULANCE: 082 817 080 370

SMS: 0811 183 355 

Email: info@rsannisa-cikarang.com